Sabtu, 20 Juni 2015

cerpen tentang kita

Berawal Dari Aku Kamu Dia (Jadilah Kita)
            Pagi yang cerah di Kabupaten Kecil di Jawa Tengah, ada beberapa siswa yang duduk santai di teras depan kelasnya. Beberapa siswa tersebut sedang duduk di kelas XII SMA ternama di Kabupaten tersebut. Nama anak itu diantaranya Mega, Bayu, Lisa, Riana, Tiara dan Ridho. Mereka berenam memang sering duduk santai didepan kelas, menunggu bel masuk berbunyi. Sedangkan teman – teman yang lain ada yang duduk santai, ada yang ngerjain tugas ada juga yang sedang bersenandung ria. Dari kejauhan tampaklah seseorang dengan gagahnya berjalan menuju kearah mereka, seseorang itu adalah guru Sejarah mereka yang bernama Pak Cahya. Pak Cahya di kenal sebagai seorang guru yang sangat tegas, disiplin dan juga dermawan. Hari ini adalah hari sabtu dimana pada pagi ini Pak Cahya memberikan pelajaran sejarah mengenai Penjajahan di Indonesia. Saat Pak Cahya menyampaikan materibanyak murid – murid yang memperhatikan apa yang di terangkan oleh Pak Cahya, ada juga yang tertidur pulas. Salah satu siswa yang tertidur pulas adalah Ridho, dan teman sebangku Ridho pun membangunkannya.
            “ Dho, tidur aja kamu dengerin tu Pak Cahya baru nerangin”
            “ Ah, banyak ngomong kamu, jangan ganggu aku kali ini”
            “ Emangnya tadi malam kamu tidur jam berapa Dho?”
            “ Jam dua malam Bro, soal di ajak nge-game abangku”
            “ Dasar abang dan adik sama aja hobinya nge-game”
Pak Cahya yang sedang menerangkanpun merasa terganggu dengan adanya kebisingan yang di perbuat Ridho dan teman sebangkunya, Bagus.
            “ Ini kelas ya anak – anak , bukan pasar bisa dilanjutkan pelajarannya?”
            “ Bisa Pak” jawab murid – murid satu kelas
            “ kalau mau rame entar aja pas istirahat, sekarang kerjakan soal halaman 24, 27 dan 30 dan dikumpulkan sebelum pulang sekolah. Mengerti ?”
            “ Mengerti Pak “ Jawab para siswa
            Setelah pelajaran selesai, banyak diantara siswa – siswa yang menyalahkan Ridho dan Bagus, dikarenakan kegaduhan yang di perbuatnya saat pelajaran berlangsung. Ada juga yang hanya diam tidak mau terlarut dalam permasalahan. Setelah kejadian tersebut kelasnya Ridho terkenal dikalangan guru – guru, bukan karena pintar namun karena jago rame. Wali kelas mereka Pak Eko pun sering menegur dan menasehati para siswa untuk selalu tenang dan memperhatikan ketika guru – guru sedang menerangkan. Kelasnya Ridho adalah kelas XII IA4, jumlah siswa dikelasnya Ridho sangatlah banyak yaitu 43 siswa. Kelas XII IA4 diketuai Ilham, dia termasuk anak osis di SMAnya yang terkenal pintar, tanggung jawab, rajin. Banyak para siswa yang sangat menghargai apa yang dilakukan ketuannya. Sebelum Ilham terpilih menjadi ketuannya, ketua terdahulu bernama Adi.
            Hari ini adalah akhir bulan Agustus, SMA tempat Ridho sekolah pun sedang merayakan acara Dies Natalis yang ke – 49 tahun. Ilham merupakan salah satu panitia dalam acara tersebut. Pada suatu ketika di depan kelas terjadilah perbincangan anak – anak XII IA4.
            “ Ham perlombaan Dies Natalis apa aja?,” Tanya Indra
            “ Banyak kok, besok aja ngebahasnya, bareng teman – teman sekelas “
            “ Oke, kalau gitu aku siap membantu pak Ketua”
            “ Jangan panggil pak ketua panggil saja Ilham”
            “ Siip dah Ham”
            Sehari kemudian Ilham mengumpulkan teman – teman sekelasnya untuk mendiskusikan siapa yang akan mengikuti lomba tersebut. Banyak diantara mereka yang sangat antusias mengikuti perlombaan. Perlombaan yang terselenggara diantaranya, lomba nyanyi, ngedance, hias tumpeng, jalan sehat, debat dan lain sebagainya. Tiap perlombaan dikasih penenggung jawab, Indra pun diberi tanggung jawab di perlombaan jalan sehat, Ridho diberitanggung jawab pada perlombaan nyanyi, sedangkan Bayu diberi tanggng jawab pada perlombaan ngedance. Ridhopun mengejak teman – teman agar mau ikut lomba ngedance.
            “ Siapa ni, yang mau ikut lomba dance, jangan hanya Bayu dong, hey Mara kamu ikut lomba ya?”
            “ aku, kamu nggak salah Dho?”
Tiba – tiba Bayu memotong pembicaraan, “ Ridho nggak salah kok Mar, kamu ikut aja”
            “ Iya Bay pasti aku ikut, eh Bay aku ngajak Putri dan Tina ya”
            “ Iya Mar, ajak aja mereka berdua pasti mereka mau”
            Setelah percakapan itu selesai, akhirnya terbentuk kelompok dance yang kece yang terdiri dari enam personil yaitu Bayu, Aldi, Aryo, Mara, Tina dan Putri. Selama satu minggu full setelah pulang sekolah mereka ber-enam selalu latihan dance. Merekapun sering pulang sehabis Maghrib, tidak hanya itu mereka rela dikunci dikelas demi latihan dance. Apabila mereka terkunci jalan keluar untuk keluar adalah lewat jendelah. Merekapun sering melakukan hal ini, mau bagaimana lagi salah satu ruangan yang enak untuk latihan ya Cuma dikelas. Dari hari kehari persahabatan diantara ke-enam anak itu makin akrab saja, pernah suatu saat disaat mereka mau seleksi lomba terjadi permasalahan. Namun mereka bisa menghadapinya. Tak sia – sia usaha mereka dalam latihan setiap seleksi lomba mereka selalu menang dan masuk final. Difinal mereka betle dengan adik kelas mipa lima, dan akhirnya dimenangkan oleh XII IA4.
            “ Alhamdulillah, nggak sia – sia latihan tiap sore kelaparan, kecapean, akhirnya menang juga” ujar Aldi.
            “ Bener juga kamu di, berkat ini juga kita makin akrab seperti keluarga” sahut Mara
            “ Besok dimanapun kita berada dan jadi apapun itu kita harus ingat satu sama lain oke” celetup Bayu
            “ Sok bijak kamu Bay”
            Tak terasa bulan demi bulan pun berlalu ujian Nasional tinggal hitungan hari. Sebelum mendekati ujian Nasional mereka berusaha belar bersama. Usulan belajar bersama alias kelompok diprakrasai oleh Ilham selaku ketua kelas. Dirinya memiliki ide ini dikarenakan kelas tempat dia memimpin selalu diremehkan oleh guru – guru dan teman – teman satu SMA. Berkat usaha dan kerja keras dari mereka hasil ujian Nasional merekapun bagus. Tidak hanya itu sewaktu pengumuman SNMPTN ternyata kelas XII IA4 banyak yang di terima di Perguruan Nergeri ternama di Indonesia dan juga dinyatakan sebagai kelas yang bayak diterima saat SNMPTN di SMAnya.
            Suatu hari setelah pengumuman SNMPTN mereka berlibur ke daerah sekitaran Jogya. Kegiatan ini makin mengakrabkan mereka. Ilham pun membriefing mereka sebelum berangkat.
            “ Ingat besok harus on time ya teman – teman”
            “ oke pak ketua”
            “ Pak besok aku duduk depan karena mabok darat pak” sahut Tina
            “ Oke tin eh Mara juga diajak duduk depan Tin, Dia kan juga mabuan”
            “ Oke siap Pak ketua”
            Saat liburan kekeluargaan mereka makin terciptadan makin erat saja. Tidak hanya itu sikap kepedulian mereka makin tumbuh disaat mereka mengunjungi tempat-tempat wisata seperti Pantai Drini, Gunung Api Purba dan Malioboro. Setelah liburan usai dari Jogya mereka tidak langsung santai – santai, mereka ada yang belajar untuk ikut test SBMPTN ataupun tes sekolah kedinasan. Mereka yang sudah keterima di PTN juga sibuk nyiapin berkas ondesk, walau sibuk mereka masih sempat berbegi ilmu dengan kawan – kawan yang belajar untuk ikut SBMPTN. Pada suatu pagi Mara, Putri  dan Rida datang kesekolah untuk belajar bersama – sama untuk SBMPTN.
            “Wah besok pas SBM yang keterima diantara kita bertiga sapa aja ya?” kata Rida
            “ Bismillah aja semua yang keterima” sahut Mara
            “ aamiin, Mar semoga saja begitu” sahut Putri
            Dari kejauhan datanglah Aryo, Bayu dan Ridho mereka bertiga memang sering datang ke sekolahan, tidak hanya nyari surat – surat untuk ondesk SNMPTN tetapi juga berbagi tips bagaimana mengerjakan soal yang benar agar bisa lolos SBMPTN. Disamping itu mereka juga sering makan bareng setelah pulang dari sekolah.
            “ makan yuks teman – teman ?” ajak Bayu
            “ Bay kemana makannya ,ke Sinjo ( Warung Mie Ayam Lnagganan mereka dan teman – teman satu kelas)” Mara menjawab
            “ Iya seperti biasa”
            Setelah SBMPTN selesaidan sebagian teman – teman Ridho ada yang melanjutkan sekolah baik diswasta atau negeri ada juga yang menggeluti bidang usaha. Komunikasi yang terjalin diantara mereka tetap terjaga walau jarak memisahkan mereka. Banyak kenanganyang tak akan terlupakan di kelas ini, banyak cerita yang terjalin indah sampai saat ini.

            Setiap lbiuran semesterpun Ridho dan kawan – kawannya selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul. Misalnya saja pada tanggal 24 Desember 2014 yang lalu Ridho dan kawan – kawannya berlibur dua hari satu malam di Bantul.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar